Waduh! Jatuhnya Meteor Menyambut Akhir Zaman (Imam Mahdi & Nabi Isa AS)

AkhlakMuslim.Com - Kebanyakan orang mengira bahwa kedatangan Imam Mahdi kepada akhir era ini dengan cara praktis bakal berimbas terhadap menyebarnya keadilan & kedamaian di semua belahan bumi dengan cara praktis bagi seluruhnya umat manusia. 

Terhadap peluang kali ini redaksi bakal menggandeng pembaca utk meluruskan anggapan tersebut & anggapan yg semisalnya. Redaksi mau menggandeng pembaca buat mengetahui kemungkinan-kemungkinan sebenarnya yg lebih masuk akal & tepat bersama apa yg ditegaskan Alloh Subhanahu wata’ala di dalam Al-Qur’an, Sunnah Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam & atsar dari Shahabat Radhiyallohu ‘anhumam. 

Ilustrasi
Redaksi dapat menampilkan sekian banyak atsar dari generasi Shahabat & Salaful Ummah. Diantaranya yakni Husein Bin Ali Bin Abu Thalib Radhiyallohu ‘anhuma, Ka’ab Radhiyallohu ‘anhu & Ali Bin Abdulloh BiN Abbas Radhiyallohu ‘anhu. Dikatakan oleh para Salaf bahwa diutusnya Imam Mahdi bakal ditandai dgn munculnya bintang berekor & nyala api yg membesar dari arah timur. 

ANTARA AD-DUKHAN & DIUTUSNYA IMAM MAHDI 

Dari Ali bin Abdulloh bin Abbdas Radhiyallohu ‘anhu, beliau bicara, “Al-Mahdi tidak ingin ke luar hingga munculnya tanda yg menyertai terbitnya matahari.”[1] 

Dari Husein bin Ali bin Abu Thalib Radhiyallohu ‘anhuma, ia bicara, “Apabila kalian menyaksikan tanda di langit, api gede dari arah timur, muncul selagi sekian banyak tengah malam, sehingga terhadap kala itu beberapa orang jadi lapang, lantaran itu adalah—tanda—kedatangan Al-Mahdi p.”[2] 

Dari Ka’ab Radhiyallohu ‘anhu, dirinya bicara, “Dan satu buah bintang yg dilemparkan menerangi layaknya meneranginya bln. Setelah Itu bintang itu menggulung beliau sama seperti menggulungnya ular, maka ke-2 ujungnya nyaris berjumpa (bintang berekor, red)…” 

“Dan bintang yg dilemparkan dengannya jadi panah yg menukik dari langit, diiringi bersama nada yg keras sampai jatuh di wilayah timur, malapetaka akbar menimpa manusia karenanya.”[3] 

Atsar-atsar yg diriwayatkan dari Salafus Shalih, baik dari kalangan Shahabat atau Tabi’in, ataupun tidak cuma mereka menambah terang dua atsar yg shahih dari Ali bin Abdulloh bin Abbas Radhiyallohu ‘anhu & Husain bin Ali bin Abu Thalib Radhiyallohu ‘anhuma. [4] Semua menguatkan menyangkut histori yg mengambil lantaran munculnya Ad-Dukhan & rangkaian sejarah gede seterusnya, termasuk juga diutusnya (baca : dibai’atnya) Imam Mahdi buat kaum muslimin. 

Menurut referensi sama seperti yg disebutkan oleh Salafus Shalih, menunjukkan bahwa bintang berekor itu beredar di dekat orbit bumi & garis edarnya. Aspek itu berlangsung dalam sekian banyak saat, maka seluruhnya warga bumi mampu menyaksikan cahaya yg dimunculkan oleh bintang itu. Selanjutnya bitang berekor itu kian mendekat & menukik jatuh ke wilayah bumi sektor Timur yg diiringi nada keras. 

Perihal ini seolah menunjukkan, bahwa sudah berjalan gesekan bintang berekor dgn lapisan atmosfir bumi, maka memunculkan nada yg keras sebelum hasilnya jatuh menghajar bumi. Terhadap ketika itulah malapetaka agung bakal menimpa umat manusia semua. Ahli astronom sempat menyatakan, bahwa dalam sejarah jatuhnya meteor ke bumi itu lumayan buat membuat awan tebal bersama asap yg bertumpuk-tumpuk, yg dapat menutupi pandangan ke arah matahari, baik dengan cara parsial ataupun dengan cara keseluruhan. 


Hingga disini, terhadap dasarnya tak ada riwayat yg menyatakan dengan cara lugas gimana proses munculnya Ad-Dukhan. Bakal namun, dengan cara umum malapetaka agung itu ditegaskan dalam sekian banyak riwayat, yang merupakan sebuah sejarah yg dapat berlangsung di akhir era. Yg seterusnya disusul dgn petaka gede yg menimpa manusia semua, tidak dengan tidak hanya. Sampai-sampai diantara salah satu riwayat Ka’ab Radhiyallohu ‘anhu menyatakan bahwa amat ditekankan seandainya tanda bintang itu muncul, biar langsung mempersiapkan perbekalan sewaktu 1 thn.

Waktu BADAI KABUT ITU TIBA 

Kalau mengamati firman Alloh Subhanahu wata’ala di dalam Surah Ad-Dukhan ayat ke-10, “Maka tunggulah disaat langit mengambil kabut yg nyata.” hal tersebut mengisyaratkan terhadap kita bahwa datangnya Ad-Dukhan itu didatangkan dari arah langit. & dia yakni satu buah ketentuan yg tentu berjalan. Juga Sebagai siksa yg pedih. 

Nyaris senada dgn firman Alloh Subhanahu wata’ala dalam ayat yg lain, “Jika mereka menonton sebahagian dari langit gugur, mereka bakal mengemukakan, ‘Itu merupakan awan yg bertumpuk-tumpuk’.” [Ath-Thur : 44] & pula firman Alloh Subhanahu wata’ala, “Dan jikalau bintang-bintang itu berjatuhan.” [At-Takwir : 2] 

Adapun api yg membesar dari arah Timur, tak ketahuan dengan cara tentu dengan cara apa dia berlangsung. Tapi kalau mengamati atsar yg disebutkan oleh Shalafus Shalih, bahwa api itu muncul sesudah jatuhnya bintang berekor ke permukaan bumi bersama hantaman yg amat keras, maka api yg diakibatkan oleh bintang berekor dapat membuahkan kerusakan parah seperti kawah akbar & kebakaran hebat yg berlangsung di wilayah sekitarnya. 

Setelah Itu bakal disusul dgn meluapnya lahar panas dari perut bumi lewat meletusnya gunung-gunung vulkanik yg aktifitasnya barangkali dapat meningkat sebab hantaman kuat bintang berekor. Maka, seterusnya dapat menyebabkan lahar panas itu menyembur ke luar, membakar segala yg ada di dekatnya & menimbulkan bencana besar-besaran yg belum sempat berlangsung diawal mulanya. Inilah histori yg amat sangat mungkin saja berjalan di mana gunung-gunung vulkanik meledak dengan cara bersamaan & sambut menyongsong. Seandainya ledakan hebat gunung vulkanik itu berjalan di basic laut, terang kondisi ini bakal menimbulkan tsunami yg dahsyat & banjir bandang di tidak sedikit negara. Ada tidak sedikit bisa saja yg mampu berjalan tidak hanya dari yg sudah kami sebutkan. Bersama begitu bahwasanya kemunculan Ad-Dukhan itu tidak hanya dia datang dari langit, dia pula datang dari semburan gunung berapi yg terdapat di tidak sedikit ruang di muka bumi. & perihal ini lebih kusus lagi nyatanya gunung vulkanik tidak sedikit terdapat di kawasan Asia. Wallohu a’lam. 

Jikalau dalam histori ngebulnya Gunung Kelud dari Kab Kediri, Jawa Timur, akan menyebabkan kabut putih tebal sampai Yogyakarta dalam sekian banyak hri. Sehingga macam mana apabila semua gunung vulkanik mengalami aspek yg mirip di tiap-tiap negara? Tak menutup barangkali, munculnya Ad-Dukhan bakal berkesinambungan dalam dalam waktu berbulan-bulan atau kemungkinan bertahun-tahun. Sehingga, gimana manusia dapat hidup & menjalani aktifitas sosialnya seperti tersedia waktu? & bersama apa mereka hidup? Segala media transportasi & aktifitas pelayanan sosial dapat ditutup. Tiap-tiap orang tidak lagi sanggup mengandalkan pertolongan sosial dari siapapun, melainkan mereka cuma sanggup memohon perlindungan pada Alloh Subhanahu wata’ala. Padahal, sebelum kemunculan Ad-Dukhan itu, kondisi bumi telah babak belur di hantam oleh bintang-bintang yg jatuh atau berekor dgn dahsyatnya, yg jatuhnya diiringi dgn nada yg amat keras. 

Layaknya yg sudah disebutkan, bahwa tanda bintang berekor yg bakal menghantam bumi merupakan pertanda bakal datangnya Imam Mahdi & dapat dibai’atnya dia oleh kaum muslimin diatara 2 rukun Ka’bah di Makkah. Bersama begitu, jadi terang, bahwa awal kepemimpinan Imam Mahdi bakal diiringi oleh peristiwa-peristiwa dahsyat & petaka gede yg menimpa masyarakat bumi sebelah Timur (Wilayah Asia—Wallohu a’lam, red). maka dari itu, warga timur ini dapat jadi warga yg paling merasakan ganasnya sejarah jatuhnya bintang berekor. Selanjutnya, bagaimanakah api itu membesar & melahap segala apa yg ada di dekatnya dgn ganas. Kehancuran & kerusakan parah berlangsung di tidak sedikit negara dengan cara bersamaan. Petakanya tak lumayan mogok hingga disitu, bakal tapi makin parah & menyiksa saat disusul lagi bersama histori munculnya kabut (Ad-Dukhan) dari beraneka arah & dari segala wujud aspek penyebabnya. Yg bersama munculnya kabut ini, dapat mengazab tiap-tiap orang yg ada di semua penjuru bumi. Satu Buah azab yg tak cepat sirna melainkan sesudah berbulan-bulan, atau bahkan sekian banyak thn. 

Sejak hri itu, petaka gede dapat dimulai. Masing-masing person bakal merasakan kesusahan hidup yg hebat (menganggur tak menentu, putusnya aliran listrik, berehentinya pelayanan sosial, dll). & pula susahnya mempertahankan hidup juga munculnya beraneka ragam macam wabah penyakit. tiada pertolongan sosial sedikitpun yg digelontorkan oleh pemerinah. Justeru tiap-tiap penguasa zalim & antek-anteknya dapat disibukkan oleh urusan mereka sendiri. Seandainya dalam kondisi lapang hri ini mereka malas sekali memperhatikan nasib rakyat, sehingga gimana seandainya histori Ad-Dukhan itu di datangkan? Bila manusia terhadap hri ini yg notabenenya mereka tetap dalam kondisi lapang, tetapi mereka selalu & tak henti-hentinya menzhalimi orang lain, membohongi rakyat, sehingga dengan cara apa seandainya sejarah Ad-Dukhan itu di datangkan? 

Kepada hri itu, tuntutan utk memenuhi kepentingan perut jadi maksud yg menciptakan orang jadi kalap & ganas, & dapat menciptakan mereka tak peduli bersama siapa mereka dapat beburusan. Yg utama kepentingan mereka mesti tercukupi. Lantas, bagaimanakah mereka yg waktu itu mempunyai akses kepada persenjataan kemiliteran & sajam? Sementara seandainya menengok hri ini saja, mereka-mereka telah berani bersikap arogan & main-main begal sana-sini. Tidak dapat dibayangkan, seandainya dalam keadaan seperti itu mereka merupakan beberapa orang yg sedari awal memang lah bodoh & jahiliyah kepada petunjukkan ilmu Syar’i. 

Kala dahulu histori kabut yg ke luar dari gunung Kelud, tidak sedikit orang yg mengait-ngaitkan sejarah itu dgn dunia klenik atau perdukunan. Beraneka Ragam macam version keyakinan jahiliyah & syirik yg menyatakan seandainya si empunya Kelud sedang geram, atau kekurangan tumbal & segala wujud keyakinan syirik & jahiliyah yg tersebar luas terkait histori itu. Lantas, gimana kondisinya beberapa orang yg minim pemahamannya pada Dien Islam, dikala datangnya histori Ad-Dukhan? Bukannya mereka serta-merta bertaubat, tetapi boleh menjadi keyakinan-keyakinan yg berbau mistik & syirik makin menjamur. & kondisi manusia kepada kala datangnya Ad-Dukhan yakni mereka dalam kondisi lalai & minim pengetahuannya kepada ilmu Syar’i yg bersih dari noda-noda syirik & jahiliyah. Sementara itu Ruwaibidhah & para peminat klenik semakin subur dalam memberikan tipuan-tipuan & iming-iming. Bagi mereka anjuran hidup yakni yg masuk akal menurut mereka, yg magic & praktis. 

Sebelum letusan 1883, gerakan seismik disekitar Krakatau teramat tinggi, menyebabkan sebanyak gempa bumi yg dirasakan sampai ke Australia. Kepada bln Mei, pelepasan abu vulkanik mencapai ketinggian sampai 6 kilo meter & nada letusan terdengar sampai ke Jakarta, yg berjarak 160 kilometer dari Krakatau. Letusan kembali berlangsung terhadap 16 Juni, yg memunculkan letusan keras & menutupi pulau dgn awan hitam tebal tatkala lima hri. Letusan demi letusan tetap berlangsung sampai puncaknya terhadap bln Agustus, Gunung Krakatau memuntahkan laharnya dgn ketinggian 1,086 km/jam. Letusan tersebut demikian kuat maka memecahkan gendang telinga para pelaut yg sedang berlayar di Selat Sunda. Rekaman barografis menunjukkan bahwa gelombang kejut dari letusan terakhir bergema ke semua dunia banyaknya 7 kali. Ketinggian kabut asap diperkirakan mencapai 80 kilometer. Kabut debu Gunung Krakatau mencapai Eropa bebebapa bln selanjutnya. 
Amat barangkali nantinya mereka justeru bakal menyebut-nyebut tuhan nenek moyang mereka dahulu, baik itu empu-empu dalam dunia perdukunan atau empu-empu dalam pandangan fatamorgana mereka. Bisa Jadi pula ada diantara mereka yg sampai lantang menyalahkan takdir Alloh Subhanahu wata’ala, disebabkan lantaran kondisi dunia yg tak lagi bersahabat dgn mereka. 

Tidak ada pembatas & penghalang bagi mereka buat laksanakan segala wujud kriminil & kebejatan. Apa saja yg terbesit dalam hati & pikiran mereka, mereka tentu bakal melakukannya. Semuanya telah kacau. Sampai-sampai selaras dgn apa yg sempat disebutkan dalam hadits Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, “Ketika seorang, telah tak lagi merasa aman dgn sahabatnya.” 

Masing-masing orang bakal diterpa oleh kondisi yg tak menentu. Masing-masing mereka telah seharusnya serigala yg lapar. Masing-masing orang dapat diliputi oleh rasa iri & dengki utk menguasai harta saudaranya, demi mencukupi keperluan hidupnya. Apapun caranya, mereka bakal cobalah memikirkannya siang-malam. Kalaupun mesti bersama pembunuhan mereka dapat melakukannya. & kita sudah menonton, elemen itu telah sejak mulai berjalan hri ini. 

Diwaktu siang hri suhu bakal terasa panas, sebab tertutupi oleh kabut yg tebal, sementara tengah malam harinya bakal jadi gelap gulita & susahnya mendapati penerangan. Inilah dirinya, gerbong kereta yg dulunya yakni gerbong kereta business bersama segala media yg menggiurkan seluruh orang. Waktu Ini, seluruhnya itu tak lebih dari sekedar onggokan besi lanjut usia. Bahkan bila dirosokkan serta tak mau ada yg berminat dengannya. Jurang dalam & gelap menciptakan orang yg kala dahulu mendustakan Ayat-ayat Alloh Subhanahu wata’ala merasakan bagiannya. 

Terhadap dikala itu pun, kaum egois & opportunis bermunculan, saling sikut & berebut terhadap tahta utk melanggengkan keperluan hidup mereka. Hukum rimba serta berlaku di sana. Sesama mereka tumbuh subur firasat & kemauan utk saling membunuh & saling menguasai. 

Tiap-tiap nilai duit kertas jatuh tidak berarti, lantaran tiap-tiap negeri thagut bakal hancur tidak berarti. Yg berharga kepada diwaktu itu ialah butiran-butiran emas, perak & intan yg mempunyai nilai otentik yg memang real. ga ada lagi transportasi, darat laut & hawa, bahkan pesawat secanggih apapun tak ingin ada yg beroperasi. 

Kepada disaat yg sama, saat di belahan bumi lainnya sudah berlangsung chaos, hukum rimba, fitnah, kesyirikan & harj, sehingga lain halnya dgn apa yg berjalan di Jazirah Arab & bumi Syam, juga sebagai area dimana Imam Mahdi & pengikutnya melebarkan sayapnya. Walau sama-sama diterpa oleh badai kabut yg tebal, kali ini kondisinya jadi lain. Alloh Subhanahu wata’ala sudah menyinari mereka bersama Ilmu Syar’i, juga sebagai tips buat mengarungi kehidupan & mengokohkan pilar-pilar Daulah Islam yg sudah dibangun oleh kaum muslimin pada awal mulanya. Diwaktu berlangsung bermacam fitnah & kehancuran di semua penjuru bumi, sehingga iman tertancap & menetap di Syam. Kaum muslimin dapat diliputi cahaya keimanan yg jelas benderang di sana, juga sebagai tonggak kehidupan yg dapat menuntun mereka terhadap jalan yg lurus. Itulah diantara janji Alloh Subhanahu wata’ala yg sempat disebutkan oleh Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam, “…Ketahuilah, sesungguhnya iman kepada diwaktu berlangsung fitnah berada di Syam.”[5] 

Debu vulkanik yg dihasilkan oleh gunung berapi akan memicu munculnya badai petir yg menggelegar & sambut-menyambut. Sejarah ini berjalan lantaran debu vulkanik yg dilepaskan ke hawa bakal melepaskan muatan ion-ion negatif & positif. Perbedaan muatan ion yg terintegrasi bersama kecepatan gerak di hawa, suhu & lain-lain, kepada step setelah itu menyebabkan terpisahnya antara ion negatif & positif. Maka dapat berlangsung beda potensial yg mencetuskan aliran elektron yg berbentuk petir menggelegar kepada awan vulkanik.

Kaum muslimin dapat membai’at Imam Mahdi diantara 2 rukun Ka’bah, yg dengan cara praktis dapat menjadikan Imam Mahdi juga sebagai Khalifah Rasyidah buat memimpin Daulah Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah dalam arti yg sebenar-benarnya. Imam Mahdi pun berlaku yang merupakan Al-Faruq (yg memisahkan). Ialah yg menciptakan terpisahnya manusia dalam 2 golongan yg terang. Grup beberapa orang beriman dapat berada di kubu Al-Haq. Sementara itu, grup beberapa orang munafik, murtad & kaum kuffar berada di dalam kubu kebatilan. Tak bakal ada lagi yg namanya zona abu-abu, yg bakal berikan area bagi beberapa orang yg berharap ia bersikap “netral” atau bersikap pertengahan (tak terlampaui ekstrim atau tak terlampaui lembek) menurut pernyatan mereka. Yg ada hanyalah 2 kemah; kemah keimanan yg ga ada kemunafikan di dalamnya, & kemah kekafiran yg tidak ada keimanan di dalamnya. 

“…Sehingga manusia terbagi jadi dua kemah, kemah keimanan yg tak mengandung kemunafikan & kemah kemunafikan yg tak mengandung keimanan. Apabila itu telah berjalan, sehingga tunggulah kehadiran Dajjal terhadap hri itu atau besoknya.”[6] 

IMAM MAHDI DIBAI’AT Juga Sebagai KHALIFAH 

Dibai’atnya Imam Mahdi juga sebagai Amirul Mukminin, Khalifah bagi kaum muslimin di seluruhnya wilayah, elemen ini nantinya dapat menyebabkan marahnya raja yg ada di Syam, yg dijuluki bersama julukan Sufyani.[7] 

Info dibai’atnya Imam Mahdi juga sebagai pemimpin kaum muslimin yg bakal mengetuai bermacam macam wilayah yg dapat ditaklukkan, bakal menyulut raja Sufyani yg diwaktu itu bercokol di Syam. Keberadaan Imam Mahdi dianggapnya sbg orang yg merebut kekuasaan Sufyani, yg karenanya raja Sufyani mengirim bala tentara buat membunuh Imam Mahdi yg dianggap juga sebagai pemberontak. Dapat tapi, justeru pasukan Sufyani mampu dikalahkan oleh mujahidin yg menyertai Imam Mahdi. Kekalahan bala tentara raja Sufyani jadi prestasi perdana sejak memimpinnya Imam Mahdi, yg kemenangan itu justeru menciptakan raja Sufyani makin beram & mengirimkan bala tentara yg lebih akbar & dgn persiapan yg lebih matang. Sehingga bagaimanakah Imam Mahdi & mujahidin yg menyertainya dapat menghadapi gempuran itu? 

Dari Abu Hurairah Radhiyallohu ‘anhu, dirinya bercerita bahwa Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang yg dipanggil Sufyani bakal ke luar dari dalam Damaskus. Rata-rata dari pengikutnya merupakan dari kabilah Kalb (anjing). Dirinya dapat membunuh maka perut perempuan dibelah & anak-anak dibunuh. Maka kabilah Qais bersatu buat melawannya, & dirinya juga membantai mereka hingga terhadap orang yg paling lemah dari mereka. Lantas seorang dari Ahlul Baitku ke luar menuju Harrah. Kabarnya didengar oleh Sufyani, maka beliau memberangkatkan satu pasukan dari pasukannya. Pasukan ini bakal dikalahkan. Sehingga Sufyani sendiri bertolak dengan pasukannya. Selama mereka hingga di Baidha’ (suatu wilayah antara Makkah & Madinah, red) mereka serta ditelan bumi. Tak ada seorangpun yg selamat kecuali orang yg mengabarkan kejadian itu.”[8] 

Sesudah histori penenggelaman Sufyani, beserta bala tentaranya yg dalam jumlah amat agung, faktor ini menciptakan para pemuka Syam & tokoh-tokoh kaum muslimin dari Iraq mendatangi Imam Mahdi & membai’atnya. Seluruhnya orang kaum muslimin & orang mukmin saat ini makin percaya bersama adanya histori penenggelaman raja Sufyani & bala tentaranya di Baidha. Perihal itu yaitu pertanda bahwa Imam Mahdi yakni sosok pemimpin akhir era yg ditunggu-tunggu kedatangannya oleh kaum Muslimin.  Baca Selanjutnya...

[1]  [2]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Waduh! Jatuhnya Meteor Menyambut Akhir Zaman (Imam Mahdi & Nabi Isa AS)"

Posting Komentar