Karena Mereka Tidak Mengemis, Dengarlah Keluh Kesah Mereka Saat Kita Menawar Habis-Habisan Barang Yang Mereka Jual

Pernah kah kalian bertemu dengan pedagang yang menjual dagangannya dengan cara di tanggung? Mereka menanggung dagangannya tak peduli panas terik dan hujan deras membasahi dagangan mereka? Kadang kala kita bertemu dengan mereka, dan membeli dagangan mereka namun pasti selalu menawar. Jika sipedagang setuju dengan tawaran yang kita beri, kita langsung membelinya. Namun jika sipedagang tidak memberikannya kita lantas pergi karena merasa keberatan dan kumat-kamit tidak jelas? Pernahkah terbesit oleh mu bagaimana perasaan pedagang tersebut saat terjadi hal demikian? Apalagi si pedagang sudah tua dan renta.

Namun, saat kita belanja atau sekedar jajan ke supermarket, mini market, cafe, mall yang peraturannya kita tidak bisa menawar apa yang mereka jual, kita langsung membelinya dan langsung ke kasir. lantas kenapa kita tidak marah? Atau tidak merasa keberatan??? Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan sebuah video berjudul ‘This Poor Coconut Seller was Insulted by a Rich Man’. Video berbahasa Hindi yang diunggah Varun Pruthi ini cukup viral di dunia maya dan berhasil mengumpulkan 500,00 views dan terus bertambah. Disini kami mencoba menyimpukan inti vidio tersebut.

Kisah tentang penjual kelapa muda yang dihina habis-habisan oleh seorang pengusaha kaya.

Hari itu cuaca sedang terik panas, tiba-tiba seorang pengusaha kaya turun dari mobilnya, dan berniat membeli kelapa muda dari seorang kakek-kekek yang biasa berjualan ditempat tersebut. Pengusaha itu pun bertanya berapa harga 1 buah kelapa muda tersebut, pedagang itu pun menjawabnya. Namun sipengusaha merasa terkejut karena harga yang diberikan pedagang tersebut, pengusaha tersebut merasa keberatan dan menawarnya. Namun si pedagang menolaknya

“Pak, saya sudah sering berjualan disini, seharian berdiri disini dibawah sinar matahari, dan harganya pun dari dulu sudah segitu. Imbuhnya dengan nada sopan

Yang terjadi selanjutnya pengusaha itu malah membentak pedagang tersebut dan menghinanya dengan menyebutnya “Perampok”. Pengusaha itu pun pergi, si pedagang hanya bisa berlapang dada saat diperlakukan seperti itu.

Tak lama si pengusaha datang kembali dengan membawa minuman yang baru saja ia beli dari supermarket, seakan sengaja memperlihatkan itu kepada si pedagang. Lalu si pedagang pun menghampirinya dan bertanya berapa harga minuman tersebut. Ternyata harganya sama dengan kelapa muda yang ia jual. Lalu pedagang itu kembali bertanya, apakah membeli minuman itu bisa ditawar?  “INI MINUMAN BERMEREK, MANA MUNGKIN BISA DITAWAR” jawab pengusaha itu dengan nada keras.

“Untuk minuman bermerek kamu tidak menawar, Tapi mengapa kau menawar habis-habisan dagangan dari pedagang miskin seperti aku?” Ucap pedagang itu sembari meninggalkan si pengusaha. Sontak pengusaha terkejut dan hanya bisa terdiam.

Walau vidio ini berasal dari india, Namun hal ini sering terjadi di Indonesia. Subhanallah, sungguh kisah ini membawa banyak pelajaran untuk kita. Dimana kita sering menawar habis-habisan tanpa memikirkan perjuangan si pedagang, berjalan seharian menjual dagangannya. Padahal mereka tidak mengemis, mereka bukan minta sedekah, bukan juga ingin dikasihani.

Baca Juga: Isi Tas Siswi SMA Ini Membuat Manangis Siapa Saja yang Membacanya

Mereka hanya ingin pengertian dari kita akan perjuangannya yang tidak mudah, dan mereka hanya ingin kita membeli dagangannya dengan ikhlas tanpa paksaan apapun. Tapi disaat kita belanja di mall atau supermarket, kita tidak keberatan dengan harga yang telah tercantum, tapi mengapa kita keberatan dengan harga para pedagang??? padahal harganya tidak jauh berbeda. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini, bahwasannya sikap saling menghormati dan menghargai itu penting. Apapun itu derajatnya, karena dimata Allah kita sama.

Like dan Sebarkan postingan ini, agar semakin banyak orang yang dapat belajar dari kisah ini.

Sumber: pesbukernews.blogspot.co.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Karena Mereka Tidak Mengemis, Dengarlah Keluh Kesah Mereka Saat Kita Menawar Habis-Habisan Barang Yang Mereka Jual"

Posting Komentar