Muslim Tidak Merayakan Tahun Baru, Mohon Di Baca!!!

Perayaan Tahun Baru, Natal, Imlek, Valentine, dan yang semisalnya, itu semua adalah termasuk pada perkara : AZ-ZUUR. Az-Zuur itu adalah Perbuatan Kaum Kafir Musyrikin yang sangat di Murkai oleh Allah Swt. Oleh karena itu sebagai seorang muslim wajib Hukumnya bagi kita menghindari segala perkara yang dapat menimbulkan Kemurkaan Rabb Semesta Alam pada Diri Kita. Karena AZ-Zuur termasuk Maksiat dan Kebathilan, yang menyebabkan perbuatan Dosa ! Wal-Iyyadzubillahi Min Dzalik ...!

Dalam KitabuLLAH Al-Karim, pada surah Al-Furqan telah dijelaskan ciri-ciri ''ibadurrahman'' yaitu bagaimana karakteristik dari hamba Allah yang beriman dan Ta'at dengan iman yang sejati. Salah satunya adalah tidak menghadiri atau ikut-ikutan pada perkara “az-zuur”.  Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan orang-orang yang tidak menghadiri “az-zuur”, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lewati (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Qs. Al-Furqan: 72)

Sebagian ulama mentafsirkan maknanya Az-zuur adalah janganlah menghadiri acara perayaan agama non-muslim, Contoh ; seperti perayaan natal, Tahun Baru, ritual syirik lainnya

Di Negara kita Indonesia ada banyak sekali acara perayaan agama non-muslim karena memang ada banyak agama yang diakui di negara kita. Karena tidak selayaknya seorang yang mengaku beriman, ikut-ikutan menghadiri acara perayaan agama non-muslim misalnya natal, Tahun baru, yang merupakan acara keagamaan bagi kaum Kafir nashrani.

Walaupun hal itu di lakukan dengan alasan :

niat atau sekedar berkedok toleransi umat beragama

merasa tidak enak karena keluarga atau teman

Beranggapan sekedar formalitas saja

Menyesuaikan dengan waktu dan tempat, jika di mana Islam minoritas maka boleh ikut-ikutan

Tentu saja Semua alasan di atas ini tidak benar. Yang seharusnya kita wajib menjaga aqidah kita dan kaum muslimin sebagai orang yang beriman tidak boleh ikut-ikutan hadir merayakannya atau sekedar mengucapkan selamat pada perayaan non-muslim, Karena dengan ikut hadirnya kita pada perayaan kaum Kafir, maka itu termasuk Salah Satu Bentuk Wala’ kepada Orang Kafir ! Naudzubillah

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Dan orang-orang yang tidak menghadiri “az-zuur”, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS. Al Furqan [25]: 72).

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahullah mengatakan,”(Maksud ayat tersebut) adalah di antara sifat ‘ibaadurrahman (hamba Allah yang beriman) yaitu tidak menghadiri perayaan hari besar orang kafir.” --(Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan dalam Al-Irsyad ila Shahihil I’tiqod, hal. 251, cetakan pertama, tahun 2006,).

Syaikh Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani berkata dalam kitab beliau yang sangat bermanfaat, kitab Al-Wala’ wal Bara’ fil Islam, beliau berkata :

“..Adapun memberikan ucapan selamat atas syiar-syiar kekafiran yang menjadi ciri khas mereka (orang Kafir), maka ini hukumnya haram dengan kesepakatan (ulama). Yang demikian itu misalnya memberikan ucapan selamat atas hari besar keagamaan mereka dengan mengatakan,”’Iid mubarok” (Selamat hari raya Natal, , Selamat tahun baru, atau yang lainnya,). Atau ikut bergembira dengan adanya hari raya mereka. Jika yang mengatakan (ucapan selamat tersebut) terbebas dari kekafiran, maka hal ini termasuk perkara yang diharamkan. Ini sama saja dengan ikut memberikan selamat atas sujud (peribadatan) mereka kepada salib, bahkan ini termasuk dosa yang paling besar di sisi Allah. Dan lebih besar perkaranya (dosanya) dibandingkan ikut mendukung mereka minum khamr, membunuh jiwa, terjerumus ke dalam zina yang haram, atau semacamnya. Kebanyakan orang yang tidak paham agama terjerumus dalam hal ini. Mereka tidak tahu betapa kejinya perbuatan yang mereka lakukan. Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat atas maksiat yang dilakukan oleh seorang hamba, atau bid’ah dan kekafiran yang mereka lakukan, maka dia telah mendatangkan kebencian dan kemurkaan Allah Ta’ala...”

(kitab Al-Wala’ wal Bara’ fil Islaam, hal. 359, karya Syaikh Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani, taqdim: Syaikh Abdur Razzaq ‘Afifi, cetakan ke tiga, tahun 1409, Daar Thaybah).

Senada dengan tulisan di atas, maka Dahulupun ulama Ahlus Sunnah semisal Al-Imam Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah pernah berkata,

“Mengucapkan Selamat Natal kepada orang nasrani sama saja dengan mengucapkan Selamat atas sujudnya kepada salib, maka itu lebih besar dosanya dan kemurkaannya di sisi Allah daripada mengucapkan Selamat Minum Khamar, Membunuh Jiwa, Berzina dan yang semisalnya (karena syirik adalah dosa terbesar).

Dan banyak orang yang tidak memiliki pemuliaan terhadap agama (Islam) melakukan hal tersebut, sedang ia tidak mengetahui kejelekan perbuatannya itu, padahal siapa yang mengucapkan Selamat terhadap seseorang karena satu kemaksiatan, kebid’ahan atau kekafiran maka sungguh ia telah mengantarkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah.” [kitab Ahkaam Ahli Dzimmah, 3/441]

Ini berarti setiap muslim di Larang keras : Ikut serta hadir dalam perayaan-perayaan Kaum Kafir, termasuk ikut berfoto-foto dengan simbol-simbol ritual ibadah kaum Kafir. atau turut serta membanggakan diri untuk hadir di tengah-tengah simbol perayaan Kafir ! Hal ini jelas Terlarang dan Hukumnya Haram !

Termasuk pula ikut hadir dalam perayaan Tahun Baru. karena Tahun Baru adalah termasuk ''satu paket'' dengan Hari Natal-kaum Kafir Nasrani. Kedua perayaan ini Haram untuk ummat Islam !

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Diriwayatkan oleh imam Baihaqi dengan sanad shahih dari Umat bin Khatab radhiallahu anhu, dia berkata:

"Jangan masuk ke gereja orang musyrik pada hari raya mereka. Karena kemurkaan akan menimpa kepada mereka."

Baca juga: Curahan Hati Muslimah: Kami Bukan Paling Baik, Tapi kami Berproses Menjadi Lebih Baik

Umar juga mengatakan,

"Jauhilah musuh-musuh Allah di hari raya mereka."

Diriwayatkan oleh imam Baihaqi dengan sanad jayid (cukup kuat) dari Abdullah bin Amr, beliau berkata:

"Barangsiapa yang melewati negeri asing dan melakukan perayaan mereka, serta menyerupai mereka sampai dia meninggal dunia. Maka dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat." Wallahu a’lam.

Referensi :

Al-Qur'an Al Karim.

Al-Hadits

kitab Tafsir At-Thabari, 19/313, Syamilah.

kitab Tafsir Al-Baghawi 3/459.

kitab Ahkaam Ahli Dzimmah, 3/441.

Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 6/118 (Maktabah Asy-Syamilah.

Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan dalam Al-Irsyad ila Shahihil I’tiqod, hal. 251, cetakan pertama, tahun 2006.

kitab Al-Wala’ wal Bara’ fil Islaam, hal. 359, karya Syaikh Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani, taqdim: Syaikh Abdur Razzaq ‘Afifi, cetakan ke tiga, tahun 1409, Daar Thaybah.

kitab Ahkamu Ahli Zimmah, 1/723

(Raehanul Bahraen / Muslim.or.id)

(M. Saifudin Hakim, MSc / muslimah.or.id)

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber: facebook.com

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Muslim Tidak Merayakan Tahun Baru, Mohon Di Baca!!!"