Wanita Itu Masuk Kedalam Mimpiku 3Kali, Ternyata Dia Menggiring Ku Untuk Menemukan Jasadnya

Seperti biasa kubereskan semua arsip-arsip penting kedalam tas, Sudah pukul 8 malam, malam ini gerimis panjang sangat dingin seakan menusuk. Karena kantor ku tak jauh dari tempat kost ku, hampir setiap hari aku pulang dengan berjalan kaki ya walaupun kadang aku juga pulang naik becak, namun sekarang rasanya aku ingin menikmati gerimis romantis ini dengan berdzikir didalam hati sambil berjalan santai. Dari arah kejauhan aku bertemu dengan sosok yang ku kenali, ya walau aku tak mengenalnya karena kita bertemu hanya sebatas saat berpapasan dijalan, Namun malam ini wanita itu tidak sendirian, ada lelaki paruh baya bersamanya, entah apa yang mereka bicarakan, namun nampaknya seperti serius. Terlihat jelas lelaki paruh baya itu sedang marah, terlihat dari merah matanya. Wanita itu menyempatkan tersenyum kepada ku, aku pun membalas senyumnya. Karena hujan malah semakin lebat aku mempercepat langkah kaki ku, sesekali aku menoleh kebelakang penasaran, walau tak begitu jelas nampaknya wanita dan lelaki paruh baya itu memasuki sebuah rumah. Entahlah hujan deras semakin menghalangi pandangan.

Tiba-Tiba aku terperanjat dan bangun dari tidurku “Astagfirullahaladzim” ucap ku mengusap keringat di leherku, aku bermimpi aneh malam ini, aku pun mengingat-ngingat mimpiku tadi namun yang aku ingat hanya cahaya yang membuat mata ku hanya bisa terpejam. Namun aku seperti ditarik sesuatu, tangan sebelah kanan ku seperti ada yang menarik, seperti dalam genggaman. Mungkin aku kelupaan baca doa sebelum tidur, ‘ya Allah ampuni aku’ ucap ku dalam hati. Aku bangun untuk mengambil wudhu, bersiap-siap untuk shalat Tahajud. Alhamdulillah ada hikmah dibalik mimpi itu yang membuat aku sampai terbangun, dan bisa melaksanakan shalat tahajud.

“Masuklah, aku disini tolong bawa aku keluar. Bisakah kau masuk? Wahai ukhti siapa namamu? Bagaimana caranya agar aku keluar? Apa aku harus memanggil nama mu? Fajar sudah menderang, bangunlah. Bawa aku keluar”

“ASTAGFIRULLAHALDZIM...” jantungku berdetak cepat, badan ku basah oleh keringat, tarikan nafasku berat... ‘Ya Allah mimpi aneh apalagi ini? Ya ampun jam 6 pagi? Aku belum shalat subuh !!!

Hari ini begitu tidak terkontrol, tidak seperti biasanya aku seperti ini. Aku tidak sempat bere-beres apalagi sarapan. Sesampainya dikantor mimpi itu masih terbayang-bayang, apa maksudnya “Bawa aku keluar??” siapa orang dalam mimpiku itu?? Kepalaku pusing seketika, badanku terasa dingin, pandangan ku mulai kabur seketika Gelap.

Aku sedang berjalan, malam itu gerimis panjang ditambah angin seperti memeluk dari belakang. Wanita itu, dia tersenyum menatap ku teduh. Jilbab panjangnya berwarna merah marun sangat cantik. Lelaki itu? Kenapa? Matanya selalu merah. Namun wanita itu masuk kerumah itu lagi?? Lelaki tua itu mengapa keluar dan mengunci pintu? “Tunggu!!!” ucapku namun laki-laki itu seperti diselimuti awan hitam, dia berlari. Wanita itu???

“Wanita itu???” Aku berteriak orang-orang nampak menatapku keheranan.

“Diana kamu kenapa? Minumlah” Ucap salah satu teman kantor ku sembari membantuku untuk minum

“Kamu pingsan, 2 menit kamu pingsan. Badan mu dingin berkeringat, tiba-tiba kamu bangun dengan berteriak “Wanita itu???” kamu baik-baik saja kan diana?

“Entahlah, aku takut ka. Aku 3kali bermimpi aneh hari ini.

“Mimpi aneh? Berulang 3kali? Apa yang ada didalam mimpi mu itu?”

“wanita itu, dia yang ada didalamnya, kita kenal hanya sebatas berpapasan dijalan saja, belum pernah kita saling menyapa, dia selalu berjalan seperti buru-buru. Namun setiap bertemu dia selalu tersenyum. Di dalam mimpi wanita itu seolah mengajak aku untuk mengeluarkan sesuatu, “Keluarkan aku” “Bagaimana caranya agar aku keluar?” Ucapku sambil terbata-bata

“Ada petunjuk lain dimimpi itu?

“Ada, lusa kemarin kita bertemu namun dia masuk kesuatu rumah bersama bapak tua itu, dan dalam mimpi itu dia masuk kedalam rumah itu lagi.

“Kamu tahu jalan menuju rumah itu?

“Jelas tahu, setiap pulang ke rumah aku selalu melewati rumah itu.

“Baiklah, kita ikuti mimpi itu. Segera bersiap-siap kita akan kesana!”

4kawan ku yang lain menemani ku menemui rumah itu, kami pun mengajak satpam yang biasa jaga dikantor. Setelah sampai kami amati rumah itu kosong, gordengnya menutup. Kawanku yang lain mengucapkan salam, namun tidak ada yang menjawab. Saat kami mencoba membuka pintu pun sia-sia, pintu itu terkunci. Karena kami sangat penasaran, kami pun menyuruh pak satpam untuk mendobrak pintunya, sempat ada perdebetan saat itu, namun aku rasa ini harus dilakukan, walaupun dengan apa yang nanti terjadi aku siap untuk bertanggung jawab. Aku hanya ingin rasa takut dan rasa penasaran ini berakhir.

Namun betapa kagetnya kami, setelah pak satpam berhasil mendobrak pintunya kami dapati seorang wanita terbaring lemas dengan posisi tangan dan kaki diikat sangat kuat, serta mulutnya yang ditutupi kain dan perban. “Inalillahi wainalillahi rajiun” ucap pak satpam setelah memeriksa bahwa wanitu itu sudah tak benyawa lagi, kami semua histeris, Aku semakin kaget lagi ternyata wanita ini adalah wanita yang selalu kutemui saat kami berpapasan dijalan. Siang itu semua warga ramai memperbincangkan hal ini, jasad berhasil diotopsi, aku bersama teman ku yang lain mendatangi kantor polisi untuk memberikan kesaksian. Ternyata polisi dengan cepat menyelidiki kasus ini, dan meringkus dalang dari pembunuhan ini.

Baca Juga: Berikut Doa Sebelum Dan Setelah Bersetubuh, Jangan Sampai Lupa Yaa

Ternyata si pembunuh adalah bapak kandungnya sendiri. “Sudah lama orang ini menjadi buronan kami, dia adalah raja judi dan dia penyeludup miras berbahaya dan obat-obatan terlarang, dia membunuh anaknya dengan alasan bosan karena selalu di nasehati anaknya.” Ucap pak polisi yang sedang menanyai kami. Kami pun dipersilahkan untuk pulang. Dan aku pun mendapat beberapa informasi tentang wanita itu, dia bernama Nur, sehari-hari dia adalah seorang guru sekolah dasar, dia juga aktif dalam bidang sosial. Dia sangat rajin mencari para janda dan anak yatim piatu untuk sekedar memberi beberapa bungkus nasi. Masyaallah pantas saja, saat aku melihat kondisi tubuhnya walau sudah 1 malam meninggal dan terkurung didalam rumah, jilbabnya panjangnya menutupi tubuhnya, seakan melindunginya. Jilbab merah marun seperti dalam mimpi, wajahnya putih merona seperti yang sedang tidur nyaman, damai, sangat teduh. Tanpa sadar aku menangis

“Assalamu’alaikum Ukhti, Mba Nur. Semoga engkau kini sudah tenang dan berada disisiNya. Kini aku tahu mengapa engkau masuk kedalam mimpiku.Itu bukan kebetulan dan tidak ada yang kebetulan. Itu kuasa Allah, ruh kita di pertemukan. Aku tidak ingin membahas apa yang telah menimpa mu, aku bahagia kini kau sudah tenang. Walau kita tak pernah saling menyapa semasa kau masih hidup, Namun akhirnya kau menyapa ku, roh ku. Kita adalah teman, terimakasih telah mempercayai ku. Semoga aku bisa meneruskan usaha mu dalam hal berbagi untuk sesama. Namun aku harap tak perlu lagi kau mendatangi ku untuk mengucapkan terimakasih, bukannya aku sombong ataupun takut. Namun ini sudah kuasaNya, Segala puji hanya milik Allah dan berterimakasihlah padaNya. Alhamdulillah, semoga kini Mba Nur tenang disana, ditempatkan ditempat yg terbaik yang Allah janjikan bagi hambanya-Nya yang baik, Aamiin Allahumma Aamiin”. Doa ku malam itu, sembari menatap langit malam yang begitu bercahaya, Masyaallah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wanita Itu Masuk Kedalam Mimpiku 3Kali, Ternyata Dia Menggiring Ku Untuk Menemukan Jasadnya"

Posting Komentar