Komitmen Dengan Pacaran? "Tidak Ada Bedanya!!"

Suatu ketika ada seorang ikhwan yang mengungkapkan perasaannya pada seorang akhwat. Umur pembinaan mereka sudah berjalan bertahun-tahun. Dengan dalih bukan pacaran tapi komitmen bahwa sekian tahun lagi akan menikahinya. Ikhwan ini memberikan janji kepada sang akhwat. Terlepas dari apakah si akhwat ini menerima atau tidak ajakan si ikhwan.

Jika diterima maka secara ‘halus’ mereka sudah melakukan pacaran. Sama saja dengan orang di luar sana yang menjadi obyek dakwah mereka. Mau berdalih bukan pacaran kok, gak ngapa-ngapain, hmmm esensinya sama saja. Berdalih pacaran islami? Sudah sering kita bahas kawan, its nothing

Astaghfirullah, miris sekali saya mendengar kisah ini, apalagi yang mengatasnamakan Allah untuk kemaksiatan (aku mencintaimu karena Allah) astaghfirullah Allah dijadikan tameng (perisai) begitu saja. Saya kira teman-teman sudah sering menjumpai hal ini. Bahkan mungkin mengalaminya sendiri? Naudzubillah

Dalil LAA TAQROBUZZINA (jangan dekati zina) sudah sering kita dengar dan hafal. ‘Komitmen’ akan mendekatkan kita pada zina mata, zina hati, dll.

Sering mendengar ‘cinta itu butuh pengorbanan’? Kisah di atas tentu saja bisa kita kategorikan ‘cinta tanpa pengorbanan” (teringat bukunya Bu Kusmarwanti M. Idham ‘Catatan Seorang Ukhti’).

Bukankah cinta itu fitrah? Ya, cinta itu fitrah. (teringat kisah Ali dan Fatimah, begitu rapatnya Fatimah memendam perasaannya pada Ali sehingga tidak menimbulkan zina)

Tetapi, kalau sudah cinta kenapa tidak berani nikah? Kalau masih mau nyelesaiain kuliah, skripsi, mau cari kerja, dll ya itu namanya belum siap. Kalau belum siap kenapa harus tergesa-gesa ‘memesan’ calon? Takut kehilangan? Takut nggak dapet?

Kembali ke konsep aqidah lagi berarti. Percaya gak sama Allah? Kalau segala sesuatu itu sudah sangat rapi dipersiapkan-Nya, termasuk jodoh? Mau mendahului takdir Allah? Kalau pasangan komitmen itu bukan jodohnya terus bagaimana? Kalau tidak sama dia tidak mau?

Lha menikah itu ibadah atau nafsu? Karena Allah? Atau karena cuma ingin sama dia? Belum tentu yang kita anggap baik adalah baik untuk kita? Bisa jadi yang kita anggap buruk adalah baik di mata Allah? Masih ingat firman Allah tentang hal itu bukan? Allah lebih tahu segalnya

Untuk saudariku, Beranilah menolak dengan ketegasan. Jagalah izzah kita sebagai seorang perempuan, Tidak peduli ikhwan itu perfect dari segi apa aja deh (keduniaan) Mau anak orang kaya, punya jabatan, keren, cakep, dll

karena yang kita tahu pasti bahwa ada yang salah dengan menjalankan agamanya (dia bukan orang baik).

Tenanglah wahai saudara dan saudariku. ”wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula” (QS An Nur 26)

Tidak perlu takut. Yang penting sekarang adalah memperbaiki kualitas keimanan dan ketaqwaan kita. Insya Allah jodoh kita ya seperti kita. Mari senantiasa memohon kepada Allah yang terbaik untuk hidup kita. Percayalah Moment terindah hadiah dari Allah nantinya, Aamiin

Baca juga: Beberapa Hal Yang Di Haramkan Rasulullah, Kini Dianggap Biasa

Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan siapapun, pihak manapun. Maaf jika ada kata-kata yang salah.

Insya Allah sebagai renunganku, renunganmu, renungan kita, renungan kalian, renungan mereka, dan renungan kita bersama atas fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Jangan sampai ‘hal ini’ menjadi kebiasaan yang ‘dianggap benar’ oleh ‘pelaku dan pengikutnya’ dan agar tidak menjadi contoh bagi orang lain. Yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Naudzubillah

Wallahualam

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Like dan Share postingan ini agar bermanfaat bagi semua orang, Semoga Allah Swt membalas setiap kebaikan kita, barakallah. Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber: raniyuanita.wordpress.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Komitmen Dengan Pacaran? "Tidak Ada Bedanya!!""

Posting Komentar